#humaspksdompu

  • 3 PESAN PENTING UNTUK KADER PKS

    "Di dalam perjuangan kita boleh berharap hadirnya sosok tertentu, namun di dalam berjuang kita tidak bergantung sosok tertentu"

  • DPD PKS DOMPU PERINGATI PROKLAMASI RI KE 72

    “Peran sejarah kita adalah bagaimana kita mampu menyiapkan generasi – generasi setelah kita agar mereka siap melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan bangsa agar mampu menjadikan Indonesia yang jauh lebih baik dari generasi sebelumnya,”

  • Peringati Hari Guru Nasional PKS Dompu Minta Pemerintah Perhatikan Nasib GTT

    “Jangan sampai beralihnya kewenangan membuat nasib guru tidak tetap juga ikut tidak jelas. Harus diingat, keberadaan GTT sangat besar bagi kelangsungan pendidikan akibat keterbatasan guru,”

Selasa, 13 Maret 2018

Reses, Abdullah S.Kel Bagi-Bagi Sembako Pada Korban Banjir Ranggo


DOMPU-Banjir yang menghantam Desa Ranggo Kecamatan Pajo Dompu NTB, Selasa 12 Maret 2018 menggenangi sejumlah rumah penduduk didesa itu. Anggota DPRD Dompu Dapil 1 Abdullah S Kel langsung beraksi membagi-bagi sembako untuk sekedar meringankan beban warga yang ditimpa musibah.
Pembagian sembako kepada 30 lebih warga itu dirangkaikan dengan agenda reses DPRD pertama tahun 2018. Politisi PKS itu bertemu dengan warga dan menerima keluh kesah warga atas musibah yang terjadi.
Banjir selain menggenangi sejumlah rumah penduduk juga putusnya jembatan dan jebolnya tanggul kiri-kanan daerah aliran sungai (DAS). Intensitas hujan diwilayah itu juga cukup tinggi sehingga memicu terjadinya banjir.
Abdullah menyatakan apapun musibah itu atas kehendak Allah SWT. Dari sisi positif banjir juga akan mempererat tali silaturrahmi, karena keluarga, saudara, handaitolan berdatangan untuk membantu.
Karena itu Abdullah minta warga bersabar atas musibah banjir ini. Sementara sejumlah warga menyatakan terima kasih atas bantuan sembako dari anggota DPRD. Karena setidaknya warga menjadi tertolong untuk memenuhi kebutuhan untuk beberapa saat. 
Kutipan dari : Portal Dompu Bicara

Galery Kegiatan Rakorda 2018


Sambutan Ketua DPD PKS Dompu
Bpk. Nasaruddin, S.H



Launching Pusat Khidmat
dan Pemberian Santunan untuk Anak Yatim


Mewarnai,
Salah Satu Lomba dalam Kegiatan Rakorda


Donor Darah
Salah Satu bentuk Kegiatan Pusat Khidmat


Juara Satu
Lomba Mewarnai


Para Pemenang
Lomba Mewarnai


Peringati Hari Guru Nasional PKS Dompu Minta Pemerintah Perhatikan Nasib GTT


Dompu (Suara NTB) – Hari guru nasional yang biasa diperingati setiap 25 November menjadi momen instrospeksi diri bagi semua pihak. Maju tidaknya suatu pendidikan sangat bergantung dari guru, menumpuknya guru pada sekolah tertentu masih menjadi masalah di Dompu. Peran guru tidak tetap (GTT) juga sangat besar, namun kesejahteraan masih dipandang sebelah mata.


Ketua DPD PKS Kabupaten Dompu, Nasaruddin, SH kepada Suara NTB, Kamis (24/11) mengatakan, momentum peringatan hari guru nasional tahun 2016 hendaknya menjadi momen evaluasi bagi semua pihak terhadap keberpihakan terhadap guru. Karena tampa guru yang berkualitas, kemajuan pendidikan akan sulit dicapai. “Selengkap dan sebagus apapun sarana pendidikan, tanpa didukung guru yang berkualitas, semuanya akan sia – sia,” katanya.
Peningkatan sumberdaya manusia (SDM) guru harus menjadi prioritas pemerintah, selain membenahi sarana prasarananya. Memperbanyak diklat dan pelatihan bagi guru harus menjadi prioritas pemerintah. Agar pelaksanaan pelatihan lebih efektif, bisa menghadirkan tutor berskala nasional dan melibatkan banyak guru.
“Tentu guru itu sendiri harus juga punya kreatif untuk meningkatkan SDM-nya dengan memanfaatkan kemajuan teknologi,” harapnya.
PKS Kabupaten Dompu juga menyoroti masalah penempatan guru di Kabupaten Dompu yang masih menumpuk di sekolah tertentu. Sementara di sekolah – sekolah kecil dan terpencil, justru jarang ditempati guru negeri. Belum lagi sarana prasarananya yang terbatas, sehingga berimbas pada anak didiknya.
Agar tidak ada kesan politisasi dalam penempatan guru dan mendorong kemajuan pendidikan di daerah terpencil, Nasaruddin mendorong ada insentif khusus bagi guru yang ditugasi di sekolah terpencil dan sekolah kecil. Sehingga guru tidak merasa dibuang ketika ditempatkan di sekolah kecil, tapi lebih kepada rasa tanggungjawab akan kemajuan pendidikan. Pola ini harus juga diikuti dengan mekanisme mutasi yang tidak didasarkan pada factor suka dan tidak suka.
“Ketika guru ditugasi di sekolah terpencil, tidak lagi ada yang merasa dibuang,” kata Nasaruddin.
PKS juga mengingatkan pemerintah soal nasib guru tidak tetap (GTT). Karena di sekolah tertentu, minim guru negeri sehingga diisi oleh GTT.
Sementara kesejahteraan mereka hanya mengandalkan honor dari dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang diterima setiap triwulan dengan nilai yang relatif kecil.
Nasib GTT di SMA/SMK setelah ditarik kewenanganya ke Provinsi juga belum ada kejelasan. Ketika di daerah, honor mereka dibayarkan melalui dana BOS tambahan yang dialokasikan pemerintah daerah (Pemda), karena BOS murni tidak bias dimanfaatkan untuk gaji guru.
“Jangan sampai beralihnya kewenangan membuat nasib guru tidak tetap juga ikut tidak jelas. Harus diingat, keberadaan GTT sangat besar bagi kelangsungan pendidikan akibat keterbatasan guru,” ingat Nasaruddin.
Pada peringatan hari guru Nasional tahun 2016, PKS juga melakukan kunjungan pada guru yang cukup berjasa. Kunjungan pada guru ini juga dilakukan oleh semua anggota DPRD dari PKS. “Besok kita akan ada kunjungan ke beberapa sekolah dan guru dalam rangka peringatan hari guru nasional 2016. Bagi anggota Dewan, mereka akan kunjungi guru dan sekolah yang ada di daerah pemilihannya,” ungkap Nasaruddin. (ula/*)

Senin, 12 Maret 2018

Ribuan Orang Mendaftar Jadi Relawan PKS


Semarang (13/2) -- Sebanyak 1800 orang telah mendaftar sebagai relawan PKS Kota Semarang untuk memenangkan Pilgub 2018 dan Pilpres 2019 setelah dibuka pendaftaran relawan enam bulan yang lalu. Hal ini disampaikan oleh Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Kota Semarang, Ari Purbono dalam acara pelantikan Tim Pemenangan Pemilu Daerah (TPPD) di Kantor DPW PKS Jawa Tengah, Ahad (11/02/2018) kemarin.

Melihat jumlah tersebut, Ari mengatakan bahwa dirinya optimis untuk bisa memenangkan Pilgub dan meraih 10 kursi di DPRD Kota Semarang dan juga merebut kembali kursi DPR RI.

"Amanah Musda kepada kami pengurus DPD PKS Kota Semarang adalah memperoleh 10 kursi dan juga DPR RI kita harap juga bisa kita ambil kembali, insyaallah kami optimis dapat meraihnya, apalagi alhamdulillah banyak warga masyarakat yang berbondong-bondong ikut menjadi relawan PKS, dalam waktu 5 bulan ada seribu lebih relawan mendaftar itu sungguh luar biasa bagi kami,” Jelas Ari.

Ari menambahkan, PKS bukanlah partai besar yang memiliki sokongan dana yang melimpah. Namun kepercayaan dari masyarakat sangat besar, sehingga ribuan relawan ikhlas mendaftarakan diri.
"PKS bukan partai yang memiliki sokongan dana besar untuk iklan atau baliho misalnya, untuk dana pemilu saja kita membuat celengan disetiap kader," tambahnya.

Ari berharap dengan antusiasme masyarakat yang tergabung dalam Relawan Pemenangan PKS ini akan menjadikan PKS semakin dekat dan dikenal oleh masyarakat.
PKS Kota Semarang juga telah membentuk tim pemenangan pemilu di tingkat daerah yang diketuai langsung oleh Ketua DPD PKS Kota Semarang Ari Purbono. Tim Pemangan Pemilu Daerah (TPPD) Kota Semarang di lantik langsung oleh Ketua DPW PKS Jawa Tengah Abdul Fikri Faqih. Selanjutnya tim ini langsung bekerja untuk memenangkan Pilgub 2018 dan Pileg 2019.

Tiga Pesan Penting untuk Kader PKS Hadapi Pemilu 2019, Apa Saja?


Jakarta (10/3) -- Jelang pesta demokrasi lima tahunan, Ketua Wilda Banjabar DPP PKS, Tate Komarudin berpesan tiga hal  penting untuk kader dalam mempersiapkan Pemilu 2019. Hal ini disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PKS DKI Jakarta untuk Pemenangan Pemilu 2019, Sabtu (10/3/18) di Hotel Grand Cempaka, Jakarta.

Menurut Tate, dalam kondisi berjuang setiap unsur memiliki peran yang penting. Sehingga, ia berpesan agar semua unsur dapat memberikan kontribusi terbaiknya dalam pemenangan mendatang.

"Di dalam perjuangan kita boleh berharap hadirnya sosok tertentu, namun di dalam berjuang kita tidak bergantung sosok tertentu" ungkapnya.

Oleh karenanya, lanjut Tate, terdapat tiga hal yang harus diperhatikan oleh setiap kader PKS untuk menghadapi Pemenangan Pemilu 2019. Pertama, Tate meminta kepada seluruh kader untuk  memberikan kinerja terbaiknya kepada masyarakat. 

Point kedua, Tate meminta agar kader terus menjaga mimpi dan tidak meremehkan kemenangan-kemenangan kecil yang sudah didapatkan.

"Bermimpilah. Karena cita-cita berawal dari mimpi. Dan ketiga, jangan meremehkan kemenangan-kemenangan kecil sebagai pengantar kemenangan besar," ungkapnya.

Sebagai penutup, Tate mengajak kepada seluruh kader yang hadir untuk tetap menjaga semangat dan tidak berputus asa.

"Kader PKS jangan berputus asa dan kerjakan apa yang menjadi tugas kita dan jangan pikirkan apa yang sudah menjadi tugas Allah," pesannya.