Dompu (Suara NTB) – Peringatan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia ke 72 juga dilaksanakan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan menggelar upacara bendera di kantor DPD, jalan lingkar Bali 1 Dompu. Upacara yang dihadiri oleh para kader muda PKS ini dipimpin langsung Ketua DPD PKS, Nasaruddin, SH, dan langsung membacakan sambutan tertulis Presiden PKS, Dr. H. M. Sohibul Iman.
Ketua Fraksi PKS DPRD Dompu, Abdullah, S.Kel juga terlihat hadir bersama pengurus dan kader PKS di halaman Kantor DPD PKS Dompu pada upacara bendera.
Presiden PKS, Dr. H. M. Sohibul Iman dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Ketua DPD PKS Dompu, Nasruddin, SH selaku inspektur upacara mengingatkan bahwa para pendiri bangsa menyadari bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia atas dasar ketuhanan dan nilai moralitas. Ada 4 konsensus dasar kehidupan bersangsa yang telah disepakati pendiri bangsa yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.
“Bagi PKS, perdebatan mengenai konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara sudah selesai. Saatnya kita sebagai bangsa bergerak bersama untuk turun tangan mewujudkan cita – cita nasional sebagaimana yang telah termaktub dalam pembukaan UUD 1945 paragraf ke-4 “yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,” katanya.
M Sohibul Iman juga mengingatkan, soal tantangan bagi setiap generasi. Tantangan dan peran warga bangsa Indonesia saat ini bukan lagi mengotak atik konsensus dasar negara, tapi mengisi kemerdekaan dengan karya nyata yang menghadirkan keadilan dan kesejahteraan untuk seluruh rakyat Indonesia.
“Peran sejarah kita adalah bagaimana kita mampu menyiapkan generasi – generasi setelah kita agar mereka siap melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan bangsa agar mampu menjadikan Indonesia yang jauh lebih baik dari generasi sebelumnya,” katanya.
Karenanya, presiden PKS mengingatkan kepada seluruh anggota keluarga besar PKS untuk menjadi sosok yang mampu tampil sebagai pelopor kebaikan di setiap sektor kehidupan sesuai profesi yang dijalani. “Yang menjadi politisi, maka dia harus menjadi politisi yang mempelopori kebaikan di politik. Yang menjadi pengusaha, maka dia menjadi pelopor kebaikan di dunia usaha. Yang menjadi professional, maka dia juga harus menjadi pelopor kebaikan di dunia profesinya,” pesannya. (ula/*) suara ntb









PKS kumpulkan dana untuk korban bencana / Foto: Indra Komara/detikcom